Judul : Srategi Membeli Properti Tanpa Uang Tanpa Utang
Penulis : Cipto Junaedy
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Umum
Tahun terbit : 2016
Tebal halaman : 175

shopee.co.id

Pernahkah bercita-cita memiliki banyak properti? Seperti rumah, ruko, kos-kosan, apartemen dan lainnya. Cita-cita yang indah bukan?

Namun, realita sering menampar cita-cita, memukulnya, menonjoknya hingga babak belur. Boro-boro properti, mau nabung saja ngos-ngosan. Ada juga realita gaji yang sudah habis, padahal kalender belum habis.

Aduh, kalender belum habis, tapi gajiku sudah habis. (hal. 3)

Semua realita-realita yang ada mengkerdilkan cita-cita. Apalagi melihat judul buku membeli properti tanpa uang tanpa utang, langsung terbesit pikiran-pikiran meragukan kemampuan diri, khususnya dompet yang tebal akan kreditan, angsuran, dan utang.

Saat orang menghadapi atau ingin membeli rumah yang nilainya jauh lebih besar daripada kemampuan bayarnya, hampir selalu ada saja yang mencela mereka. Bahkan diri sendiri pun ikut meragukan dan mencela. (hal. 35)

Contoh:
Ketika melihat rumah seharga 2 milyar, orang biasanya bilang “uangku belum cukup.”

Isi buku ini sangat cocok untuk orang yang belum optimis pada diri sendiri, juga untuk orang agar menambah keyakinan tinggi akan citra Pencipta yang tanpa utang dan penuh kelimpahan.

Bagi yang menjunjung tinggi spiritual, semua kalimat dalam buku ini sangat menguji seberapa dalam keyakinan kita akan kekuasaan Tuhan.

Hidup kita ini besar seperti kehendak Pencipta kita, yaitu penuh kelimpahan. Berkatnya harus penuh kelebihan. Yang harus tetap sederhana adalah sikap kita.(hal. 16)

Sejak membuka halaman awal, rangkaian kata dalam buku sangat mengebu-gebu tentang tanpa utang. Semua kalimat tersusun sangat runtut, menuntun pembacanya membangun pola pikir tanpa utang hingga membeli properti tanpa uang tanpa utang.

Memang, bagi beberapa orang atau bahkan banyak orang, utang adalah dewa penolong kebutuhan tentang uang. Namun buku ini sangat menolak akan utang, tersaji juga solusi terbebas dari utang yaitu memberi kemudahan dan kebaikan.

“Bayar utang itu pasti, tapi sumber bayarnya tidak pasti.” (hal. 64)

Urusan membeli properti tanpa utang bukan sekadar urusan duniawi, tapi lebih merupakan urusan mewariskan keteladanan tentang citra Pencipta kita kepada anak. Suatu hari kita wafat, maka wariskan keteladanan yang baik. (hal.17)

Semua katanya terkesan motivasi tetapi juga solusi logis yang membuat akal berkata “Aku setuju.”

Penulisnya juga lihai sekali dalam menyusun bab satu ke bab yang lain. Setelah membahas hidup tanpa utang beserta solusinya, barulah menginjak bahasan inti tema yaitu strategi membeli properti tanpa uang tanpa utang. Strateginya cukup panjang, ada 45 halaman.

Semua orang bisa mencoba strategi ini. Berawal dari cara berkomunikasi dengan penjual properti, pembeli properti, perhitungan harga, nominal sewa-menyewa, hingga masalah-masalah saat bernegosiasi.

Semua strategi yang dituliskan sangat logis. Hanya saja tidak menyebutkan kekurangannya secara gamblang. Begitulah kepintaran penulis yang juga berprofesi sebagai mentor. Beliau menguasai public speaking sekaligus kalimat-kalimat marketing yang sangat persuasif. Banyak judul bukunya yang lain sengaja diselipkan pada tengah-tengah bab.  

Pada akhir cerita, disebutkan sebuah saran sekaligus iklan. Saran yang sangat logis bagi para pemula bisnis properti dan iklan untuk orang yang mau mendalami ilmu bisnis properti.

Jadi, setiap buku yang saya tulis, termasuk buku ini, dimaksudkan untuk dua hal, yaitu MENGETAHUI dan MEMAHAMI strategi tanpa uang tanpa utang yang saya bahas. Sedangkan, untuk MENGUASAI dan MEMPRAKTEKANNYA, Anda perlu bimbingan lebih lanjut. (hal. 157)

Bagi pembaca yang sudah terjun didunia bisnis, apapun bentuk bisnisnya, semua strategi dalam buku ini sangat bisa dipraktekan langsung tanpa bimbingan. Pasalnya, orang yang pernah terjun di dunia bisnis adalah orang yang optimis disertai kesadaran ilmu bisnis. Pola pikirnya sudah siap mental menikmati bisnis yang naik turun seperti wahana roller coaster. Demikian ulasan singkat tentang buku ini. Berminat membaca atau ingin mencoba? pilihan ada di tangan Anda.

Baca juga Ciri-ciri Buta Keuangan