Teman Senja

Hai, bagaimana senjamu hari ini?

Insecure masih Kambuh? Coba 4 Tips Mengatasi Insecure dengan Berlatih Syukur

Insecure atau biasa dikenal dengan merendahkan diri sendiri sangat menggangu psikis seseorang. Insecure bisa dikatakan juga perasaan minder, berkecil hati tentang diri sehingga sulit untuk melangkah maju.

Kondisi ini menyebabkan rasa percaya diri melemah, menarik diri dari social,  hingga merasa putus asa yang amat sangat dalam. Insecure yang terlalu dalam dapat mengundang depresi akut yang tentu sangat menyakitkan pikiran dan jiwa.

Sebagian besar orang menganggap dan mencap orang yang sedang Insecure dikarenakan kurang bersyukur.

Pernyataan tersebut bisa benar namun kurang tepat. Psikologi menjelaskan bahwa penyebab Insecure berasal dari dalam diri sendiri dan lingkungan seperti teman atau pun keluarga.

Insecure itu wajar, termasuk fase pendewasan, bisa diatasi agar tidak berlebihan. Hal penting yang perlu diingat adalah bukan fokus pada insecure-nya tetapi pada bagaimana cara mengatasinya. Sadari pula ‘usaha ini’ memerlukan proses yang tidak instan. Bisa cepat tetapi kambuh-kambuhan atau perubahan sedikit demi sedikit. Jadi, nikmati saja prosesnya. Yakinlah, hasil tidak akan mengkhianati proses.

Banyak cara untuk mengatasi insecure salah satunya dengan syukur yang istimewa, artinya kita masih boleh insecure berbarengan dengan rasa syukur. Kita sebagai manusia tentu pernah bersyukur, jadi tingkatkan saja kualitas syukur karena makna bersyukur tidak sesederhana satu kata.

Lama-kelamaan tubuh akan menerima(bukan menghapus/mengganti) insecure yang ada kemudian merubahnya menjadi rasa syukur.

Bagaimana cara memulainya? Begini 4 tips berlatih syukur yang bisa dicoba oleh siapapun, dimanapun, dan kapanpun.

  1. Senangi apa yang terjadi

Mari kita awali dengan menyukai apa yang terjadi. Memikirkan keterpurukan meningkatkan insecure. Beda dengan mengakui dan membuka hati, kita akan menerima semua hal tentang diri kita. Entah itu penderitaan atau kekurangan.

Memang tidak mudah untuk langsung menerima, minimal kita menyadari bahwa semakin kita menolak, semakin meningkat pula kegelisahan, menganggu emosi-emosi yang lain sehingga kita  mudah tersinggung, mudah marah, mudah sedih dan lainnya. Energi yang dikeluarkan pun menjadi berlipat ganda. Padahal, kita juga masih memiliki masalah-masalah lain yang perlu ditangani dan dipelajari.

2. Temukan dan syukuri

Ketika kita sedang terpuruk, segala hal terlihat buruk. Niatnya mencari hikmah yang ada malah menambah gelisah. Saat itu terjadi, tetaplah bergerak pada kebaikan. Sekecil apapun itu, buatlah sesuatu yang merupakan kebaikan.

Segala kebaikan akan membawa karma baik. Seperti perasaan hangat atau yang lainnya. Hal ini sangat membantu diri kita untuk bersyukur. Ada juga bonus kebaikan yaitu ketika kita mendapatkan balasan sesederhana senyuman balik.

3. Membanding-bandingkan dengan cara anggun

Membanding-bandingkan sulit untuk dihindari karena sudah mendarah daging. Namun, kita bisa memilih cara perlakuannya yaitu bisa memilih dengan cara anggun atau cara sombong.

Membandingkan-bandingkan dengan cara sombong pasti selalu berujung sad ending. Meski membandingkan untuk memicu motivasi, nyatanya berujung menyakiti, apalagi jika tak terpenuhi, pasti patah hati. contoh sederhana membanding-bandingkan dengan cara sombong.

“Aku lebih beruntung dari dia”

“Aku bisa makan sedangkan diluar sana banyak yang kekurangan”

“Coba aku rajin seperti dia, pasti akulah yang menjadi juara kelas”

Mengapa tiga contoh tersebut kategori sombong?
karena membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain. Jika hal ini diteruskan, maka secara perlahan kita akan kehilangan diri sendiri yang original. Lalu, saat itulah minder dan inscure mudah menyerang.

Artikel lain Kesalahan Fatal dalam Bersyukur

Lalu bagaimana dengan cara yang anggun?

Nah, cara membanding-bandingkan dengan anggun yaitu melihat diri kita yang lalu dan sekarang. Perbandingkan mana yang lebih baik. Apabila lebih baik yang dulu maka evaluasi lalu perbaiki. Jika lebih baik sekarang maka lakukan rencana agar esok lebih baik lagi.

4. Tulis 2 untuk 3

Catat apa yang membuat diri kita inscure lalu tulis apa saja yang membuat diri kita bersyukur.

Seimbangkan jumlah antara hal-hal insecure dan bersyukur. Lebih bagus lagi tambahkan hal-hal dalam kelompok bersyukur.

Cara ini bisa dilakukan bertahap, bisa juga langsung banyak. Semua bisa dan akan terasa efeknya jika dilakukan setiap hari hingga menjadi kebiasaan.

Setiap orang pernah merasa insecure, cara mengatasinya juga berbeda-beda. Jadi apa tips ampuh menurutmu untuk mengatasi insecure?

« »

© 2020 Teman Senja. Theme by Anders Norén.