Teman Senja

Hai, bagaimana senjamu hari ini?

New normal: Mendadak Bermental Pengusaha

Pengusaha dikenal dengan orang bermental baja. Semua rintangan menjadi tantangan, merugi menjadi pembelajaran, keberhasilan menjadi loncatan. Begitulah mental pengusaha, tetap bertahan disegala keadaan termasuk di masa Corona dan new normal.

Sekarang, pengusaha menjadi trend pekerjaan yang menjanjikan kesuksesan. Meski begitu, hanya sedikit yang bertahan karena tak semua orang kuat mengasah mentalnya menjadi baja. Namun, sejak kedatangan corona,  semua orang dipaksa bermental pengusaha terutama finansial.

Seorang teman facebook yang berprofesi seorang pengusaha menulis tentang mentalitas finansial pengusaha.

“Para pekerja harian, wirausaha, UMKM, sudah cukup bermental jika tidak ada selembar uang pun di dompet mereka. Mereka sudah terbiasa menyerahkan hari esok pada Yang Maha Kuasa, tanpa menyerah pada keadaan. Mereka sudah terbiasa jatuh, terpuruk, terseok, lalu bangkit lagi, jatuh lagi, terseok lagi. Mereka terbiasa lapar sebentar, lalu putar otak, bergerak semampunya. Maka bi idznillah… selembar uang mampir lagi, lalu sekejap lenyap lagi, lapar lagi, dan seterusnya.Itulah sebabnya, banyak dari kalangan mereka yang tidak tersentuh bantuan, tapi terlihat baik-baik saja.”

Bagi yang terbiasa menerima gaji tetap tentu sangat sulit untuk menyesuaikan perubahan keuangan di masa pandemi ini. Apalagi yang tiba-tiba mendapat surat PHK, tentu menjadi kenyataan yang sangat berat.

Adanya corona memaksa setiap orang seperti pengusaha. Meski jatuh dan terseok tetap berdiri lalu melangkah mencari peluang.

Perubahan perilaku yang  mendadak begini tentu tidak mudah. Namun, masih bisa diakali karena manusia pintar beradaptasi. Mental kita memang terguncang tetapi perilaku kita tetap memilih bertahan. Terhitung sudah 3 bulan corona menyerang dan manusia sudah terbiasa dengan goncangan.

Sekarang, perilaku baru terbentuk menjadi senjata untuk melawan corona yang kita sebut new normal. Masyarakat dan kita dengan cepat menyesuaikan perubahan. Produktifitas mulai melakukan pembenahan, peluang-peluang baru bermunculan, bahkan sudah ada yang sudah menyusun strategi keuangan saat pandemi kembali menyerang.

Setiap orang tanpa sadar mencicipi mental pengusaha. Beberapa mencoba menjadi pengusaha sebagai sumber keuangan kedua, ada juga menjadikannya sebagai pekerjaan utama.

Apapun bentuk adaptasinya, satu hal pasti, adanya corona memberikan pelajaran praktik langsung mental pengusaha. Adanya new normal sebagai bentuk adaptasi semoga bisa disadari tak hanya sebagai solusi namun juga menjadi latihan mental bahwa setiap kita bisa saling berkolaborasi untuk bangkit kembali.

« »

© 2020 Teman Senja. Theme by Anders Norén.