Teman Senja

Hai, bagaimana senjamu hari ini?

Tips Mengatasi Malas dengan Ikigai

Ikigai berasal dari budaya orang Jepang. Ikigai menjadi motivasi orang-orang jepang rela berdesak-desakan di kereta untuk berangkat kerja, dispilin tinggi, dan bekerja keras hingga tengah malam. Bekerja berlebihan bukanlah sesuatu yang aneh di Jepang. Lembur malam sampai tidur di kantor adalah hal wajar. Bagaimana orang-orang Jepang  bisa bertahan dengan kehidupan yang seperti itu?

Mereka menjadikan ikigai sebagai motivasi bangun pagi menghadapi hari senin. Ikigai terdiri dari kata “iki” yang artinya hidup, dan “kai” bermakna realisasi dari setiap harap/mimpi. Konsep ikigai memiliki arti menemukan tujuan hidup.

Ikigai merupakan pola pikir yang memasukkan kebahagiaan dalam kehidupan. Secara sederhana, Seseorang akan termotivasi untuk bangun pagi jika tahu tujuan apa yang akan dicapainya. Sehingga, apabila pekerjaan menjadi ikigai, maka pekerjaan menjadi alasan untuk bangun pagi setiap hari.

Bagaimana Cara Mempertahankan Ikigai?

Hambatan terbesar kehidupan adalah diri sendiri, terutama dalam menghadapi sikap malas. Banyak sekali alasan untuk bersikap malas. Seperti, memilih kegiatan lain yang lebih menarik daripada prioritas, atau mementingkan keinginan dari pada kebutuhan. Hal yang lebih parah adalah malas gerak ketika sudah bertemu dengan kasur dan bantal.

Tentu saja, semua orang punya sikap malas termasuk orang Jepang dengan ikigai-nya. Namun, ikigai mereka lebih kuat dari pada kemalasanya sehingga terus bergerak aktif memusnahkan kemalasan.

Bagi orang Jepang, mengatasi kemalasan yang paling ampuh dengan menemukan kebahagiaan meskipun kecil. Orang Jepang percaya bahwa mengumpulkan kebahagiaan-kebahagian kecil dalam kehidupan sehari-hari akan membuat hidup lebih berarti. Konsep inilah membuat mereka bisa mempertahankan ikigai.

@dayama.id

Bagaimanakah Cara Menemukan Ikigai?

Ikigai memakai konsep diagram venn dengan empat kualitas yang saling tumpang tindih yaitu:

apa yang anda sukai?
apa yang anda kuasai?
apa yang dibutuhkan dunia?
apa yang dibayar dari anda?

@dayamaya.id

Keempat pertanyaan tersebut membantu kita untuk menemukan ikigai. Misalnya:

@dayamaya.id

Kalau yang kita lakukan itu kita cintai dan kita menguasainya, itu dinamakan passion.
Kalau yang kita lakukan itu kita cintai dan sesuai dengan yang dibutuhkan banyak orang, itu dinamakan mission.
Kalau yang kita lakukan itu kita menguasainya dan kita mendapatkan bayaran karenanya, itu dinamakan profesi.
Kalau yang kita lakukan itu kita mendapatkan bayaran karenanya dan sesuai dengan yang dibutuhkan banyak orang, itu dinamakan pekerjaan/vocation.

Jika diperhatikan lebih lanjut, setiap gabungan dua pertanyaan mempunyai alasan dan tujuan.

@dayamaya.id


Contoh sederhana
Seseorang menyukai aktivitas berbagi, lalu ia menemukan aktivitas yang cocok untuk berbagi yaitu menulis. Ia terus melakukan tulis-menulis untuk dibagikan, kemudian ia pun menguasainya (passion). Ternyata tulisanya disukai banyak orang sehingga menjadi tambahan motivasinya karena apa yang ditulisnya bermanfaat (mission). Setelah itu banyak orang yang membutuhkanya passion-nya, ia pun mendapatkan bayaran (profesi). Akhirnya ia menjadi seorang penulis (pekerjaan).

@dayamaya.id

Contoh tersebut tidak harus urut, bisa dibolak-balik misalnya diawali dengan pertanyaan apa yang dibayar dari anda? Temukanlah jawaban yang membuat kita bahagia, sekecil apapun itu. Hargai, lalu kumpulkan dan nikmatilah sensasinya.

Literatur lain menambahkan cara menguatkan ikigai dengan mengerjakan hal-hal yang ringan dengan terus menerus. Misalnya, membaca 1 lembar setiap hari, olahraga 1 menit setiap hari, atau tersenyum saat berkaca di pagi hari.

Sebuah penelitian mengatakan, rasa malas sangat mudah diatasi dengan terus bergerak. Misalnya, mengerjakan sesuatu yang positif meski mudah dan ringan, hal ini akan menimbulkan perasaan menyenangkan. Jika aktivitas tersebut dilakukan terus-menerus maka rasa malas berkurang dan membangun kebiasan positif pula.

Sumber
www.indonesiana.id
@dayamaya.id
Channel youtube: satu persen

« »

© 2020 Teman Senja. Theme by Anders Norén.