Teman Senja

Hai, bagaimana senjamu hari ini?

Atasi Derita capai Bahagia, Ini 5 Ajaran Buddha yang Jarang Orang Tahu

Kebahagiaan sejati adalah melepas penderitaan

Agama Buddha memandang duka sebagai penderitaan. Duka menghambat seseorang menggapai kebahagiaan sejati. Kebahagian akan tercapai jika berhasil mengatasi akar masalah. 

Jarang orang tahu, agama Buddha merangkum akar masalah ketidakbahagiaan dengan sebutan tiga kotoran batin yaitu keserakahan, kebencian, dan kebodohan batin. Tiga faktor tersebut membuat manusia merasakan kedukaan sehingga sulit mencapai kebahagiaan.

Sidharta Gautama sebagai pendiri agama Buddha berhasil mengatasi ketiga hal tersebut. Berikut ajaran-ajaran Buddha dalam mengatasi kotoran batin yang jarang diketahui orang.

1. Dunia itu berubah, terimalah agar tidak menderita

http://www.maitreyaquotes.com

Agama Buddha mempunyai konsep bahwa kehidupan adalah perubahan. konsep ini mengajarkan tentang adanya perubahan pada benda mati maupun hidup. 

Kelahiran, kematian, kehilangan, sedih dan bahagia adalah perubahan. Kehidupan akan berhenti jika tidak ada perubahan. Ada yang dari miskin menjadi kaya, menderita menjadi bahagia, begitu juga sebaliknya adalah warna-warni kehidupan sebagai akibat perubahan. 

Orang yang menderita adalah orang yang belum menerima perubahan. Keinginan yang berbeda dengan perubahan menyebabkan ketidakpuasan dalam diri kemudian menderita.

Menerima adanya perubahan membantu manusia melepas kedukaan. Seperti menerima kenyataan ketika kehilangan orang yang dicintai atau merelakan dompet yang hilang karena dicuri.

2. Mengendalikan keinginan yang berlebihan 

www.facebook/Dhammakehiduapn

Keinginan yang berlebihan memunculkan kelekatan. Hal ini mengakibatkan ketidakpuasan menguasai diri. Ketika keinginan semakin melekat, maka akan menyiksa batin dan pikiran jika tidak terwujud. 

Pengendalian keinginan ini merupakan ajaran tahap awal untuk membersihkan kotoran batin keserakahan. Baiknya, selalu berhati-hati setiap munculnya keinginan agar tidak melekat. Pikir dengan bijak apakah keinginan tersebut kebutuhan atau hanya untuk memuaskan keserakahan.

3. Kebencian adalah dosa yang membuat manusia menderita

www.pinterest/ChaiLi

Kebencian (dosa) adalah kotoran hati penyebab penderitaan. Segala bentuk penolakan yang paling ringan seperti candaan dengan bahasa kasar, kemarahan, hingga dendam mendalam termasuk bentuk kebencian.

Menurut Buddha, kebencian membuat penderitaan bagi diri sendiri dan orang lain. Meski begitu, kebencian adalah rasa yang nyata sehingga paling mudah untuk dilenyapkan daripada keserakahan dan kebodohan batin. 

4. Melatih diri 10 hal Bajik

www.instagram/midway.buddist

10 hak bajik adalah perbuatan yang menuntun pada kebahagian. Jika sudah melatih diri dari 10 hal bajik maka akan mengurangi penderitaan yang ada. 

10 Hal bajik tersebut antara lain: menghindar dari membunuh makhluk hidup, menghindar dari tidak mengambil apa yang tidak diberikan, menghindar dari perilaku salah dalam kesenangan indera, menghindar dari ucapan yang tidak benar, menghindar dari ucapan dengki, menghindar dari ucapan kasar, menghindar dari irihati, gosip dan menghindar dari niat jahat.

5. Buddha bukan tuhan

senggenggamdaun.com

Buddha bukan tuhan yang disembah. Kata buddha berasal dari bahasa sansekerta dengan makna mereka yang sadar atau mencapai pencerahan sejati.

Konsep ketuhanan dalam agama buddha adalah terdapat sesuatu yang tidak dilahirkan, tidak dijelmakan, tidak diciptakan, dan mutlak. Karena adanya yang mutlak dan tidak berkondisi, maka manusia berkondisi (samkhata) mencapai kebebasan dari lingkaran kehidupan.

Dalam agama Buddha, tujuan akhir manusia yaitu mencapai pencerahan. Orang-orang yang mengalami pencerahan disebut buddha seperti Buddha Siddharta Gautama. Penganut buddha tidak menganggap Siddharta Gautama sebagai tuhan tetapi sebagai juru pandu, guru yang membimbing para penganutnya mencapai jalan pencerahannya sendiri.

Jika melihat umat Buddha sedang berdoa, sebenarnya mereka tidak melakukan permohonan doa kepada Tuhan. Mereka melakukan pengulangan ajaran-ajaran (bentuknya ujaran) Buddha seperti mengendalikan keinginan, mengingat hal bajik, mengucapkan hal baik seperti “Semoga semua makhluk bahagia.”

Semua hal yang mereka lakukan bertujuan untuk pencerahan. Caranya dengan menghindari pikiran dan perbuatan yang memunculkan kebencian, keserakahan, dan kebodohan batin. Kemudian melepas penderitaan lalu mencapai kebahagiaan sejati.

Referensi

Yandi, Wijaya Willy.2008.Seri Pandangan Praktis Pandangan Benar.

https://map-bms.wikipedia.org/wiki/Agama_Buddha.Yogyakarta:Vidyasena Production

«

© 2020 Teman Senja. Theme by Anders Norén.