Teman Senja

Hai, bagaimana senjamu hari ini?

Ternyata Mereka juga Berdoa

Suatu malam, dua anak SMA sedang berbincang-bincang.
Mereka sedang mendiskusikan kekhawatiranya


“Aku takut Bim, sudah telat 10 hari belum menstruasi” kata Dara
“Aku juga khawatir Ra, seingatku tak kukeluarkan di dalam” kata Bima menghibur.
“Kalau aku hamil gimana Bim?” kata Dara masih khawatir.
“Sayang, kita berdoa saja , semoga hanya telat datang bulan” jawab Bima menenangkan.


Kedua sejoli itu pun menyelesaikan diskusi lalu pulang kerumahnya masing-masing.
Mereka khawatir, lalu berdoa. Mengharapkan dikabulkan oleh Tuhan meski sudah melakukan laranganNya.


Di belahan bumi lain, seorang koruptor sedang melakukan acara berdoa bersama. Ia akan mencalonkan diri lagi sebagai seorang pemimpin. Para pendukungnya pun ikut meramaikan dan tentunya ikut mendoakan.

Mereka berdoa agar mendapatkan suara terbanyak. Berharap menang lagi dalam pilihan. Menduduki tempat penguasa tertinggi, memanfaatkanya sebagai kepentingan pribadi.

Calon koruptor itu pun tak hanya berdoa, ia dan pengikutnya sangat pekerja keras.

selama masa kampanye, banyak suara dibungkam, bahkan diancam. Sudah begitu, Mereka masih takut suara-suara yang ada akan berpihak ke lawan.

Serangan fajar bertebaran. Ada amplop berisi uang disuguhkan, dari warna hijau, biru, hingga merah. Suara-suara jadi meriah, sepertinya itulah harapan dari doa para suara.

Calon koruptor pun menjadi pemimpin para suara amplop serangan fajar. Akhir harapan yang bahagia karena doa mereka terkabul semua. Doa syukuran dipanjatkan bersama, sangat meriah, sebagai tanda puji syukur doa telah terkabulkan.
Mereka berdoa dengan mengabaikan larangaNya. Bersuka cita tak sadar dosa. Hanya berpikir shalat saja sudah cukup sebagai bentuk menjalankan perintahNya.
Tidak takut neraka, tak juga mengharapkan surga. Keyakinan meraka hanya berdoa dan berusaha. Mencegah dengan segala cara hasil buruk dan memastikan hasil akhir yang diharapkan.
Tak peduli susila, tak peduli hati, tak peduli sikap yang disebut manusiawi.
Meski begitu, mereka berdoa lalu Tuhan mengabulkan Nya. Menjadikan kenyataan lebih indah dari harapan.
Begitulah Ar-rahman. Ciptaanya yang nakal saja dikabulkan, apalagi yang taat.

Pastinya cara terkabulkanya lebih indah dari mereka yang berdoa saja.
Mari berdoa

« »

© 2020 Teman Senja. Theme by Anders Norén.