Teman Senja

Hai, bagaimana senjamu hari ini?

Sunset di Pantai Yogyakarta

Aku sudah tak heran, berawal dari obrolan basa-basi malam malah menjadi kenyataan. Jika direncanakan jauh-jauh hari seringnya gagal dilaksanakan. Malam itu, Aku dengan ketiga teman sama-sama dilanda suntuk mood.  Ingin sekali liburan tetapi bosan dengan destinasi yang begitu-begitu saja. Seorang temanku pun menyeletuk ingin sekali refreshing membenamkan kaki di pasir pantai sambil menikmati hembusan angin yang sepoi-sepoi.

Seketika, pikiran kami membayangkan senja sunset. Akhirnya diputuskan, besok pagi kita berangkat ke pantai di Yogyakarta. Banyak sekali pilihan pantai yang aduhai. Pemilihan tujuan pantai pun dimulai, kita  memilih ke pantai Parangkusumo dan pantai Indrayanti. Keduanya berjarak kira-kira satu setengah jam saja pakai sepeda motor. Pantai Parangkusumo menjadi tujuan pertama, lalu berlanjut ke pantai Indrayanti dengan pesona sunset-nya.

Obrolan pun berlanjut menentukan tempat penginapan yang dekat pantai, murah, dan nyaman. Mendengar kata murah, aku teringat dengan sms dari OYO Hotel yang mungkin bekerjasama dengan Telkomsel.  SMS itu menawarkan diskon menginap 70% dengan tambahan kuota 2G untuk kartu perdana Telkomsel.

Jariku pun mengetikkan OYO Hotel di pencarian browser. Penawaran harga yang ditampailkan cukup terjangkau dengan dompet kami. Terutama OYO hotel syariah yang murah sekitar pantai Yogyakarta. Harga aslinya itu sekitar Rp121.429,- terus ada diskon langsung  31% jadi bayarnya  Rp83.786,- aja. Harga segitu sudah dapat kamar twin single bed, ber-AC, TV, dan free wifi. Jadi, cukup pesan satu kamar bisa untuk tidur empat orang.

Kemudian, aku mencoba mengecek S&K voucher diskon 70% dari SMS OYO Hotel. Aku kecewa karena sudah kadaluarsa. Namun, ada penawaran lain yaitu promo 40% OYO Hotel dan reward 2 Gb bagi pengguna Telkomsel. Vouchernya juga berlaku untuk semua OYO Hotel di seluruh Indonesia.

Kita sepakat jam 07.00 pagi berangkat, tetapi ngaret menjadi pukul 09.00 pagi baru berangkat dari Semarang. Kata temenku, mending berangkat agak siang agar tidak menunggu sunset terlalu lama. Temen satunya juga nyuci baju dulu, yang satunya lagi menyetrika baju. Beginilah rutinitas anak kos saat weekend. Aku pun maklum aja karena dadakan juga.

Meski banyak drama sebelum berangkat. Semuanya sudah siap jam 09.00 tepat. Perjalanan terasa sangat panjang karena kita sudah membayangkan angin sepoi-sepoi senja sunset. Baru pertama ini aku ke pantai Parangkusumo atau biasa dikenal dengan pantai Parangtritis. Pantai ini terkenal karena kemistisanya, disebut-sebut sebagai markasnya Ratu Pantai Selatan. Katanya, sangat tidak dianjurkan memakai pakaian berwarna hijau saat mengunjungi pantai.

Seberapa mistiskah pantai ini?

Ternyata sangat mistis bagi temanku yang baru putus beberapa bulan yang lalu. Pasalnya, pantai parangkusumo menjadi liburan pertamanya bersama mantan kekasih tercinta. Makanya, kami memilih sunset di pantai Indrayati saja agar dia tak tambah suntuk. Sebagai orang yang pernah ke pantai parangkusumo, dia pun menjadi penunjuk arah jalan kami. Kenangan mantan memang indah dan sangat berguna.

Setelah hampir 4 jam perjalanan, gelombak ombak kecil terlihat di kejauhan. Segala kelelahan tersapu angin yang membeli lembut kulit wajah. Kami pun semakin mendekat dan membeli tiket masuk sebesar Rp10.000,- per orang. Hal yang paling berkesan kali pertama melihat pantai ini adalah bersih dari sampah. Kakiku jadi leluasa berjalan kesana-kemarii tanpa alas. Terasa sedikit geli saat butiran pasir menyentuh telapak kaki. Kami pun berfoto ria sambil mencelupkan jari-jari kaki di pinggiran ombak.

Terasa damai sekali. Pemandangan bukit disekitar pantai menambah kesejukan mata. Ada juga penyewaan kendaraan roda empat ATV (All Trerain Vehicle) dan penyewaan andong.

Biaya penyewaanya lumayan terjangkau untuk menaiki fasilitas tersebut mengelilingi pantai,  tetapi lebih enak menikmati pantai sambil berjalan tanpa alas kaki. Setelah puas main ombak dan pasir, kami berpindah ke pantai Indrayanti menjemput sunset. I’m coming.

Pantai Indrayanti benar-benar memuaskan mata dan juga hati. Butiran pasir warna putih dan air laut yang jernih menarik-menarik kaki kami untuk menyelam ke dalamnya.  Suasana pantai ramai pengunjung. Namun, tak perlu khawatir menginjak sampah karena kebersihan pantai amat sangat terjaga, sehingga tak terlihat sampah berserakan.

Banyak sekali spot-spot foto yang instagramable. Ada juga tebing tinggi yang aman untuk mendaki ke puncak. Saat mencapai puncak bukit, mata kami dimanjakan pemandangan laut Samudra Hindia membentang luas. Sesekali terlihat burung putih lewat menambah kecantikan pantai Indrayanti.

Rencananya, kami ingin menikmati sunset di atas tebing tetapi pasir putih melambai-lambai mengajak kami bermain. Akhirnya, kami menuruni bukit dan menunggu sunset sambil duduk di atas pasir putih.

Sambil ditemani dengan es degan yang sangat segar, kami ngobrol santai melepas lelah. Angin pantai pun berhembus dengan membawa aroma khas laut. Semakin sore, senja mulai menorehkan sinar matahari tanda mau terbenam. Warna orange menyelimuti seluruh langit pantai. Sangat indah.  

Matahari pun terbenam menutup kesenangan hari ini. Setelah melaksanakan sholat di mushola pantai, kita segera menuju ke OYO Hotel Syariah agar tidak kemalaman. Liburan bikin ketagihan main lagi ke Yogyakarta, aku ingin lagi ke pantai, terutama  pantai baron yang katanya banyak seafood segar yang mentah dan sudah dimasak.

Bayangan pantai membuatku teringat kembali  voucher 70% OYO Hotel. Mungkin, liburan berikutnya menunggu ada voucher 70% OYO Hotel lagi. Potongannya lumayan sekali, membantu menghemat pengeluaran dan masih bisa jalan-jalan.

« »

© 2020 Teman Senja. Theme by Anders Norén.