Manusia memang tercipta dengan kesempurnaan akal. Namun, kesempurnaan tidak untuk menunjukan manusia selalu benar. Manusia bisa melakukan kesalahan. Entah melalui lidah yang tak bertulang atau tindakan atas kesengajaan. Ada juga kesalahan karena ketidaktahuan. Semua kesalahan yang pernah kita lakukan tak bisa dihapus hanya bisa diubah dengan memperbaiki.

Secara tidak sadar, saat kita melakukan kesalahan kepada orang lain, keluar kata maaf. Namun, ketika kesalahan yang sama terulang lagi kata maaf dianggap formalitas. Kita kadang marah karena permintaan maaf seakan sia-sia.

Tak sadar, permintaan maaf yang kita sampaikan menuntut orang lain untuk pengertian atas kesalahan yang telah kita lakukan.

Apa yang sebaiknya kita lakukan saat melakukan kesalahan terhadap orang lain?

Mengucapkan maaf dan terima kasih. Bukan terima kasih karena sudah memaafkan tetapi atas pengertian yang telah diberikan.

Kata terima kasih yang tersampaikan adalah bentuk cara menghargai orang. Kadang kita lupa, kesalahan yang terjadi juga telah menyita waktu orang lain, membuat orang lain merasakan emosi yang tidak enak. Jadi, selain kata maaf sertakan ungkapan terima kasih sebagai bentuk usaha awal perbaikan atas kesalahan.

Berikut ada beberapa contoh bentuk  kata maaf dan terimakasih.

“Maaf ya, aku telat. Terima kasih sudah sabar menungguku.”

“Maafkan aku yang sering marah. Terima kasih sudah berusaha pengertian.”

“Maaf, aku melakukan kecerobohan lagi. Terima kasih, kamu tetap sabar.”

“Maaf ya, Aku ngrepotin terus. Terima  kasih, bantuan kamu sangat berarti untukku.”

Selain sebagai bentuk menghargai orang lain, kata terima kasih melatih kita mengurangi sikap egois sehingga memperhatikan perasaan mereka. Sering sekali suatu kesalahan kecil menjadi besar. Bahkan diungkit-ungkit meski sudah melakukan perbaikan. Bukan karena kurangnya usaha tetapi terlupakanya terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan.

Mari perbanyak terima kasih

#ODOPBatch7