Teman Senja

Hai, bagaimana senjamu hari ini?

Ochipok dan Namitka, Kerudung Ala Ukraina Dihujat Warganet Indonesia

Siang yang panas hari kemarin mengantarkan saya pada tontonan yang direkomendasikan logika YouTube pada sebuah tayangan ajang pencarian bakat di sebuah negara. Alih-alih tidak tahan untuk mengklik, saya akhirnya mengklik video itu dan menikmati sajian selama beberapa menit. Ajang pencarian bakat memang banyak melahirkan konten viral hingga benar-benar melahirkan bintang yang cukup diperhitungkan di industri hiburan. Entah bagaimana jadinya video yang bertulis Katta Chilly kemudian dilanjutkan tulisan Ukraina bisa muncul dalam rekomendasi saya. Serta dilengkap tampilan awal yang cukup sensitif bagi sebagaian besar warga Indonesia yang tengah dilanda nge-fly agama.

            Politik identitas hasil residual pertarungan perebutan kekuasaan dalam kurun 10 tahun masih ketara hingga detik ini. Politik keagamaanpun tidak luput turut serta hingga munculnya penebalan perhatian pada lambang dan jargon. Kerudung atau hijab atau khimar menjadi salah satu penyambung lidah yang ulung untuk mengambil simpati. Baik yang warna menyesuaikan warna dominan partai hingga bordir yang menyatakan kecondongan suara baik golongan maupun calon legislatif. Ternyata fenomena semacam ini tidak hanya menyerang dunia nyata namun dunia virtual. Entah kebetulan semata atau memang melawan keabsahan hukum sebab akibat dunia maya.

            Setelah mengklik video, saya menikmati sajian yang ditampilkan secara utuh yang kemudian pada menit selanjutnya tertarik untuk membaca komentar. Jawaban ditemukan. Logika YouTube membawa saya pada video ini dikarenakan hampir 70% dikomentari oleh orang Indonesia. Lalu apa isi komentar mereka? Jawaban sangat mudah, BACOTAN (umpatan). Jika dari keseluruhan komentar warga negara Indonesia maka dapat dikatakan secara kasar bahwa 90% berupa hujatan dan hate speech.

            Jelas saja video ini menuai hujatan warga Indonesia, lihat saja tampilannya yaitu seorang wanita menggunakan baju tanpa lengan yang cenderung seperti kain hitam dililitkan ala kadarnya dengan dada bagian atas yang cukup terbuka dan panjang ke bawah berada diatas lutut namun menggunakan kerudung warna cokelat bermotif garis di ujungnya. Sontak warga Indonesia di dunia virtual menyerang konten dengan berbagai hujatan yang belum tentu dari penyedia konten paham apa yang disampaikan oleh orang Indonesia di video yang diunggah.

            Kebanyakan berisi komentar mengenai pakaian yang dianggap melanggar syariat agama Islam dengan adanya kerudung yang melilit di kepala. Paling parah menganggap tampilan dalam video merupakan bagian dari menghina simbol agama Islam. Saya harus menghela napas panjang komentar semacam ini. Tidak jarang pula yang berusaha mengklarifikasi dengan berbagai sudut pandang, baik agama hingga budaya.

            Penelusuran saya tentu belum berakhir, tapi bukan pada akun yang mengatakan wanita –Katta Chally- telah melakukan penghinaan terhadap agama Islam. Melainkan pada sebuah jejak komentar yang mengatakan bahwa kerudung yang dipakai si wanita dalam video merupakan kerudung wanita Ukraina yang disebut sebagai Ochipok dan Namitka. Ochipok merupakan penutup kepala yang berbentuk topi. Sedangkan Namitka adalah kain panjang. Eropa abad pertengahan menggunakan penutup kepala sebagai tanda wanita tersebut telah bersuami. Budaya Eropa mengidentifikasikan jika wanita yang masih perawan maka membuka rambutnya sedangkan yang telah bersuami menutup rambutnya dengan kain.

Terdapat banyak jenis penutup kepala dari yang sebatas sapu tangan hingga dengan kain cukup panjang mirip kain pashmina yang umum dipakai oleh warga Timur Tengah seperti Yaman dan Palestina. Namanyapun cukup unik. Kain yang digunakan mempunyai nama dan varian yang masing-masing daerah mempunyai ciri khas tersendiri. Misalkan Peremitka dari Hutsul yang identik dengan lilitan dan Bavnytasia dari Donetsk yang memiliki bentuk perpaduan antara topi dan bandana.

            Lagu yang dinyanyikan oleh Katta Chally merupakan lagu yang mengisahkan cerita rakyat Ukraina. Posisi duduk bersila dilengkapi dengan atraksi panggung yang menarik menambah kesan tradisionalis ala Ukraina. Lalu apa kabar yang telah memaki dengan mengatakan bahwa video tersebut melanggar syariat? Mereka asyik dengan pendapatnya dan menutup diri akan pengetahuan baru. Mereka tidak paham perbedaan syariat dan budaya sehingga ketika kejadian seperti ini muncul maka akan tergagap. Lompatan literasi terjadi tanpa adanya teori yang mumpuni namun sudah berani mengabil simpulan. Maka itulah yang dinamakan Bacotan. temansenja-psn

Silakan kunjungi link disamping untuk mengetahui lebih jauh tentang Ochipok dan Namitka https://en.wikipedia.org/wiki/Ochipok&hl=id&sl=en&tl=id&client=srp

« »

© 2020 Teman Senja. Theme by Anders Norén.