“Benarkah ini rumah yang kucari?” tanyaku dalam hati.

Tertulis pengumuman pencarian tas hitam di pinggir pagar. Foto tas tersebut sama persis seperti yang aku temukan di bawah pohon taman. Lalu kumelihat bel di samping kanan kertas.

“Ting … Tong … Ting … Tong” Bunyi bel terdengar menggema di dalam rumah. Ada seorang satpam berjalan mendekat menemuiku.

“Cari siapa?” tanyanya galak di balik pagar tinggi.

“Benarkah ini rumah tuan Bandi?” jawabku.

“Benar. Ada perlu apa?” tanya satpam.

“Saya menemukan tas yang sama persis dengan yang ada di foto” jawabku singkat.

“Silahkan masuk. Tuan sudah menunggu di ruangan dekat gazebo. Mari saya antar” jawabnya mendadak ramah.

Satpam galak yang mendadak ramah mengantarku sampai ke ruangan dengan pintu berwarna merah. Aku masuk ke dalam sendirian. Terdapat meja jati dengan berwarna coklat disekelilingi kursi beranyaman bambu. Seorang masuk dari pintu lain “Perkenalkan, nama saya Bandi” kata pria itu sambil mengulurkan tanganya ke arahku.

“Saya Rena mau mengembalikan tas ini beserta isinya namun saya mau minta maaf karena telah meminjam seratus ribu tanpa seizin tuan” kataku cepat.

Ia terdiam memandangiku. “Aku berjanji akan mengembalikan uang tersebut” kataku lagi.

“Masih muda berani mencuri. Pak satpam … kurung dia” katanya galak.

Aku ketakutan. “Ampuni saya pak, Saya mohon ampuni saya” pintaku sambil bersujud di kakinya. Namun  ia tidak bergeming. Tanganku di tarik paksa oleh satpam yang kekar. Aku meronta-ronta. Badanku diseretnya keluar ruangan.

“Pak Bandi … Ampuni saya…” Teriaku.

Pak satpam masih menyeret badanku, memasukan dengan paksa ke dalam gudang yang gelap. “Mohon lepaskan saya. Aku mohon Pak . Ampuni saya …” Teriaku menangis. Tanganku menggedor-gedor pintu yang sudah terkunci itu. Tak ada jawaban, tak ada suara. Suaraku mulai hilang. Aku kelelahan lalu tertidur di lantai gudang.

#ODOPBatch7 #LastChallange #Episode3

Lanjut baca episode 4